Pengalaman “Mengerikan” Pemilik Rumah yang Menyewakan Rumahnya Dengan Penyewa “Hantu”

iklan
Seorang pria berbagi pengalaman ditipu penyewa rumah yang sangat kurang ajar sehingga terpaksa membawa kasus tersebut ke pengadilan untuk diselesaikan.

Kejadian tersebut dialami oleh pengguna Facebook Malaysia bernama Muhd Lazaro Mansor. Kepada netizen, Muhd Lazaro mengaku menyesal karena terlalu percaya dan tidak membuat perjanjian sewa rumah sebelumnya.


” Begitu dapat kunci rumah yang baru direnovasi pada bulan Juni 2016 lalu, aku langsung pasang iklan rumah itu disewakan. Ternyata banyak yang berminat untuk menyewa rumah itu.” katanya.

Salah satunya hamba Allah satu ini yang mengaku sulit mencari kontrakan rumah. Dia menghubungi istriku dan petang itu juga datang melihat rumah tersebut bersama adik dan ibu mertuanya.

Tak tunggu lama, dia menyatakan jadi menyewa rumah kami. Perlu diketahui, ini adalah pengalaman pertama kami menyewakan rumah.

Setelah itu, dia bawa suami dan anaknya datang sekali lagi untuk melihat rumah kami, sekaligus bayar uang muka.

Saat itu hatiku sudah tidak enak karena suaminya itu bicara sombong sekali. Dua hal yang aku ingat sampai sekarang. Pertama, dia bilang rumah yang dia kontrak sebelumnya luasnya sebesar lapangan futsal.

Kedua, dia mengaku bisa mengemudi mobil hanya 45 menit saja dari Kuala Lumpur ke Ipoh. Aku berpikir, berapa kilometer per jam dia harus membawa mobilnya.

Aku bilang masuk awalnya adalah bulan Juni 2016. Tapi dia memohon agar masuk awalnya dimulai tanggal 20 Mei dengan alasan pemilik rumah kontrakan lamanya ingin masuk rumah yang dia tempati sekarang.

Dengan pertimbangan kasihan, aku bagikan kunci rumah agar dia bisa memindahkan barang-barangnya. Waktu itu grill pintu dan lampu kipas belum dipasang karena aku target semuanya selesai awal bulan Juni.

Tapi karena dia ingin segera masuk, aku paksa kontraktor untuk mempecepat pekerjaannya dengan pertimbangan kasihan dengan dia.

Seperti biasa, kita yang merancang Allah yang menentukan. Kontraktor minta pekerjaannya ditunda. Ketika aku jelaskan ke istrinya, dia pasang muka tidak sedap. Perasaanku tambah tidak enak.

Tapi kemudian aku berpikir sudah ada kesepakatan, uang muka sudah diambil, dan barang-barangnya juga sudah di rumah itu. Jadi aku abaikan saja perasaan tidak enak ini.

Uang sewa bulan Juni dan Juli selalu telat bayar. Begitu diingatkan, baru bayar. Uang sewa bulan Agustus, aku tidak bilang apa-apa, sampai masuk bulan September tidak bayar juga. Janji hanya janji tapi tetap tidak bayar.

Kemudian aku periksa tagihan listrik, dan mengejutkan, dia tidak pernah bayar selama ini. Ketika ditanya kenapa, alasannya selalu ada kebocoran listrik. Aneh, baru kali ini ada tagihan listrik tinggi karena ada kebocoran.

Aku tanya kepada teman-teman yang bekerja di bidang kelistrikan, mereka bilang listrik bukan seperti air. Tagihan listrik tinggi karena penggunaan.

Aku juga periksa tagihan air, dan ternyata bernasib sama dengan listrik. Malah lebih parah, dia tak pernah bayar dan aliran air telah diputus.

Untuk mencukupi kebutuhan air, dia selama ini mencuri dengan merusak meteran air. Akibatnya kena denda, dan seperti biasa, aku yang harus tanggung semuanya.

Karena tak tahan lagi, aku memberinya peringatan keluar dari rumah dalam jangka waktu satu bulan. Ternyata peringatanku tidak digubris. Panggilan tidak dijawab, pesan Whatsapp tak dibalas.

Aku putuskan datang ke rumah tersebut. Tapi setiap kali datang, penghuni rumah tak pernah mau keluar. Entah memang tak ada di rumah atau tak berani keluar.

Peringatan kedua aku berikan agar mereka keluar dari rumah sebelum 30 Oktober. Tapi mereka masih tak mau keluar. Aku datangi lagi dan tetangga bilang penyewa rumahku sering didatangi orang yang menagih atau minta pertanggungan jawab.

Rupanya dia selama ini banyak menjalankan bisnis tipu-tipu, seperti dia menipuku dengan mengontrak rumahku. Karena tak mau keluar rumah dan kunci tidak juga diberikan, aku buat laporan ke polisi untuk memaksa masuk rumahku sendiri.

Pagi buat laporan, malamnya aku dan beberapa petugas polisi datang ke rumahku. Kami keluarkan semua barang-barangnya, termasuk sepeda motor.

Keesokan harinya aku dapat pesan Whatsapp dari tetangganya kalau pagar rumahku dirusak. Aku sudah menduga itu perbuatannya saat dia mengambil sepeda motornya.

Aku memutuskan untuk membawa masalah ini ke pengadilan untuk memberikan dia pelajaran dan agar orang lain tidak menjadi korban berikutnya seperti aku.

Pengadilan mengatakan aku bisa menuntut penyewa rumahku itu paling tinggi hanya 5.000 ringgit atau sekitar Rp 15 juta. Jika menuntut di atas itu harus menggunakan pengacara.

Saat persidangan, aku ungkapkan semua bukti di hadapan hakim. Seperti yang aku duga, penyewa rumahku tidak berani hadir dalam persidangan.

Hakim marah sekali kepada penyewa rumahku setelah melihat bukt-bukti yang aku berikan. Persidangan ditunda dan aku diminta oleh hakim untuk menyusun affidavit yang berisi permintaan ganti rugi.

Sumber: ohbulan.com / dream.co.id

Baca Juga :



0 Response to "Pengalaman “Mengerikan” Pemilik Rumah yang Menyewakan Rumahnya Dengan Penyewa “Hantu”"

Poskan Komentar